Rekaman CCTV Bandara Menunjukkan Politisi PDI-P Harun Masiku Kembali Ke Indonesia

Rekaman CCTV bandara menunjukkan politisi PDI-P Harun Masiku kembali ke Indonesia, meskipun klaim resmi.Bertolak belakang dengan apa yang diklaim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang keberadaan politisi Harun Masiku, rekaman CCTV yang diambil dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menunjukkan bahwa politisi yang terlibat dalam tuduhan korupsi tersebut, kembali ke Indonesia pada 7 Januari.

Agen Judi Bola Online – “Dia tidak di Indonesia,” Menteri Yasonna Laoly mengatakan pada 16 Januari ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang keberadaan Harun.

Pada 8 Januari, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan. Dia dituduh meminta suap sebesar Rp 900 juta (US $ 65.948) sebagai imbalan atas persetujuannya untuk Harun, seorang politisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), untuk mengisi kursi seorang politisi yang meninggal, Nazarudin Kiemas , di DPR.

Para pejabat mengatakan Harun sendiri belum pulang setelah ia terbang ke Singapura pada 6 Januari. Namun, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh majalah Tempo, Harun sebenarnya meninggalkan Indonesia ke Singapura pada 6 Januari tetapi kembali keesokan harinya.

Pada 6 Januari, ia berangkat dengan penerbangan Garuda Indonesia GA 832, pukul 11.30 pagi dan mendarat di Singapura pada pukul 02.20 malam. Waktu Singapura. Hari berikutnya pada 7 Januari, ia kembali ke Indonesia dengan Batik Air, mendarat di Terminal 2F bandara pada pukul 5:03 malam.

Rekaman CCTV, diperoleh oleh majalah Tempo, menangkap Harun – mengenakan kacamata, kaus biru tua lengan panjang, celana panjang hitam dan sepatu hitam – berjalan melalui gerbang imigrasi dan keluar dari bandara. Dia membawa tas laptop dan tas belanja.

Beberapa menit kemudian, rekaman lebih lanjut menunjukkan bahwa dia meninggalkan bandara dengan taksi Toyota Alphard Silver Bird.

Menambah itu, Tempo juga berbicara dengan beberapa saksi yang mengaku telah bertemu dan berbicara dengan Harun setelah 7 Januari. Salah satu dari mereka mengatakan Agen Bola mereka melihatnya di Apartemen Thamrin Residence di Jakarta Pusat.

“Aku ingat dia. Dia pernah mengeluh kepada kami [manajemen apartemen] karena dia menemukan beberapa goresan di mobilnya, ”kata saksi yang bekerja di apartemen itu. Mereka mengatakan Harun telah tinggal di sana selama beberapa bulan.

KPK telah menunjuk empat orang tersangka dalam kasus ini, termasuk Wahyu dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Agustiani Tio Fridelina sebagai tersangka penerima suap. Harun dan seorang pengusaha bernama Saeful telah dituduh sebagai pemberi suap. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka di bawah UU Korupsi tahun 2001.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *